SAT NARKOBA POLRES KAMPAR RINGKUS PENGEDAR NARKOBA DI DESA KUMANTAN




Jajaran Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kampar, Riau, melakukan penangkapan terhadap tersangka pelaku penyalahgunaan narkotika di Desa Kumantan Kec. Bangkinang Kota Kab. Kampar, Selasa (21/2)

Tersangka kasus narkoba yang diamankan pihak Kepolisian ini adalah AA (26), yang beralamat di Jl. Cik Ditiro Rt 002 RW 006 Desa Kumantan Kec. Bangkinang Kota Kab. Kampar 

Penangkapan tersangka AA (26) dan DH ini berawal didapatnya informasi dari masyarakat bahwa di diwilayah Desa Kumantan sering menjadi tempat transaksi Narkotika jenis shabu.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal Sat Reskoba Polres Kampar kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian didaerah tersebut. 

Setelah memastikan identitas pelaku petugas langsung mengamankan tersangka AA (26) yang pada saat itu sedang duduk di Pos Ronda, selanjutnya dengan disaksikan warga setempat dilakukan penggeledahan terhadap pelaku AA (26).

Dari hasil penggeledahan terhadap pelaku AA (26) ditemukan sejumlah barang bukti antara lain 1 paket kecil Narkotika jenis shabu yang dibungkus dengan plastik yang disimpan pelaku di bawah tikar Pos Ronda, 1 unit Handphone Merk Nokia warna hitam serta beberapa barang bukti lainnya terkait kasus ini. Selanjutnya tersangka beserta barang bukti digelandang ke Mapolres Kampar.

Kapolres Kampar Ajun Komisaris Besar Polisi EDI SUMARDI PRIADINATA SIK melalui Kasat Narkoba Ajun Komisaris Polisi Tapip Usman saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini dan Tim Sat Narkoba Polres Kampar dalam Operasi Antik Siak 2017 akan gencar dalam pengungkapan kasus narkoba dimana semua penyalahgunaan narkoba harus ditindak.

Disampaikan Kasat bahwa tersangka AA (26) beserta sejumlah barang bukti yang ditemukan petugas terkait kasus ini telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut Atas kejadian ini, kedua pelaku pun saat ini mendekam dibalik jeruji besi. Keduanya dijerat Pasal 114 ayat (1) Jo 112 ayat (1) Undang – undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, terancam hukuman 10 tahun penjara.