50 SUMUR BOR DIBANGUN DI RIMBO PANJANG ANTISIPASI KEBAKARAN LAHAN


Sabtu 14 Mei 2016, Masyarakat Peduli Api desa Rimbo Panjang bersama Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa desa Rimbo Panjang bekerjasama dengan Universitas Palangkaraya serta Universitas Riau telah menyelesaikan pembuatan 50 sumur bor pada lahan gambut di wilayah desa Rimbo Panjang kecamatan Tambang kabupaten Kampar.

Pembuatan sumur bor di wilayah desa Rimbo Panjang ini difasilitasi Badan Restorasi Gambut Nasional yang didanai oleh United Nations Development Programme (UNDP) salahsatu Badan di Perserikatan Bangsa Bangsa yang mengurusi bantuan pembangunan bagi negara berkembang.

Adapun pembuatan sumur bor diwilayah ini dimaksudkan untuk menyediakan cadangan air untuk mengantisipasi kebakaran pada lahan gambut yang sering terjadi diwilayah ini disaat musim kemarau.

Sebelumnya beberapa waktu lalu Jajaran Polda Riau dan Polres Kampar beserta stake holders terkait juga telah membuat 85 kanal bloking di wilayah Rimbo Panjang ini.

Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono SiK yang ditemui awak media terkait pembuatan sumur bor di wilayah desa Rimbo Panjang ini menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam kegiatan ini.

Ditambahkan Kapolres bahwa masalah kebakaran lahan yang berdampak pada bencana kabut asap beberapa tahun terakhir di wilayah provinsi Riau pada khususnya telah memberikan banyak pelajaran bagi kita untuk berbuat semaksimal mungkin agar kejadian serupa tidak terulang dimasa yang akan datang.

Sebagai langkah terhadap pencegahan kebakaran lahan di wilayah desa Rimbo Panjang ini, pihak Polda Riau dan Polres Kampar telah mengintensifkan Patroli Karlahut di wilayah ini sejak beberapa bulan terakhir. Selain itu juga dilakukan himbauan kepada masyarakat hingga keposok desa agar tidak lagi melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan pertanian maupun perkebunan.

Semoga semua upaya yang telah dilakukan oleh berbagai elemen ini dapat mencegah serta mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan yang dapat merugikan semua pihak.