AKSES JALAN RIAU - SUMBAR DI WILAYAH PANGKALAN TERPUTUS, WARGA DI HILIR SUNGAI KAMPAR AGAR WASPADA B




Jumat 3 Maret 2017, tingginya curah hujan di wilayah Pangkalan Sumatera Barat dan Hulu Sungai Kampar membuat ketinggian air di waduk PLTA Panjang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini juga telah menyebabkan banjir di wilayah Kec. Pangkalan Kab. 50 Kota Sumbar hingga menggenangi badan jalan lintas Riau - Sumbar sejak dinihari tadi dan juga terjadi longsor pada badan jalan di wilayah Tanjung Alai dan Koto Alam sehingga terputusnya akses jalan antar provinsi ini.

Bagi warga Riau yang ingin bepergian ke Sumatera Barat atau sebaliknya, saat ini bisa melewati Taluk Kuantan dan Kiliran Jao.

Informasi dari pihak Manajemen PLTA Koto Panjang pagi tadi bahwa pada pukul 14.00 Wib siang nanti, akan dibuka 5 pintu spilway (pembuangan air) setinggi 30 cm s/d 50 cm.

Saat Ini Elapasi Air diwaduk PLTA Koto Panjang pada ketinggian 80,48 M yang masih dalam batas normal, namun pembukaan dilakukan karena tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kab. Kampar dan Sumbar ditambah meluapnya air sungai kiriman dari Pangkalan Sumatera Barat dan hulu Sungai Kampar membuat permukaan waduk terus naik.


Terkait hal ini, dihimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Kampar khususnya disisi hilir waduk PLTA Koto Panjang untuk waspada apabila dilakukan pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang, maka wilayah hilir Sungai Kampar akan mengalami kenaikan ketinggian air.

Selain itu juga dihimbau agar masyarakat tidak beraktifitas dan menjauhi bantaran Sungai Kampar untuk keselamatan.

Jajaran Polres Kampar melalui Satuan Lalulintas pagi tadi telah memasang baliho pemberitahuan tentang terputusnya jalan ini dibeberapa lokasi agar warga masyarakat untuk sementara tidak melalui jalur ini.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK melalui Kasat Lantas AKP Mas'ud Ahmad SiK saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, dan juga menghimbau warga masyarakat yang akan bepergian ke wilayah Sumbar maupun sebaliknya untuk melalui jalur alternatif ke wilayah Taluk Kuantan dan Kiliran Jao.