Balita Tewas Tercebur di Galian Septik Tank Diperumahan Griya Sakti Desa Karya Indah Tapung




TAPUNG - Warga Perumahan Griya Sakti Dusun II Desa Karya Indah Kec. Tapung siang tadi Kamis (26/11), sempat heboh karena penemuan balita yang tewas di lobang galian Septic Tank yang berada di depan salahsatu rumah warga.

Korban adalah seorang bocah perempuan bernama Renita Br. Pandiangan yang berusia 1 tahun 8 bulan, anak dari pasangan Ronal Pandiangan dengan Dorislan, warga Perumahan Griya Sakti Blok C Dusun II Desa Karya Indah Kec. Tapung Kab. Kampar.

Diceritakan oleh Dorislan (PR 32) selaku ibu korban bahwa sekira pukul 11.15 wib, dirinya pergi mandi dan meninggalkan korban bersama kakaknya Giobel Pandiangan yang masih berusia 3 tahun didalam rumahnya.

Selesai mandi Dorilan tidak melihat korban didalam rumah lalu menanyakan kepada kakak korban, namun kakaknya yang juga masih bocah itu tidak menjawab.

Selanjutnya Dorilan berusaha mencari anaknya itu dan meminta bantuan kepada tetangganya untuk membantu mencarikan anaknya, setelah berkeliling disekitar perumahan tetap tidak menemukan anaknya itu.

Salahsatu tetangganya bernama Dona menyarakan untuk mengecek lobang galian Septic Tank yang berada di depan salah satu rumah di Blok C, kemudian mereka dibantu warga lainnya benama Peri Padri berusaha mencari di dalam lobang galian Septic Tank tersebut.

Saat memasuki lobang sedalam 1,2 M itu saksi Peri Padri merasakan adanya sesuatu yang menyangkut pada kakinya, setelah diangkat ditemukan korban dalam keadaan tidak bergerak lagi, selanjutnya ibu korban dibantu warga membawa korban ke klinik Bidan Herlina yang tidak jauh dari TKP. 

Setelah dicek oleh tim medis di Klinik tersebut, sekira pukul 12.00 wib korban dinyatakan telah meninggal dunia dan kemudian dibawa kembali kerumah orang tuanya.

Kapolsek Tapung Kompol Indra Rusdi SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa anggotanya yang mendatangi lokasi kejadian telah melakukan olah TKP, mendata dan mengumpulkan keterangan dari saksi - saksi serta berkoordinasi dengan keluarga korban.

Namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan visum maupun otopsi terhadap korban dan kemudian menandatangani surat pernyataan penolakan yang diserahkan kepada pihak Kepolisian.

Kapolsek juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak maupun balita saat bermain, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.