Bandar Shabu, Seorang Ibu Rumah Tangga di bekuk Satresnarkoba Polres Kampar




Kepolisian Resort Kampar kembali meringkus satu pelaku yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis shabu di Desa Pulau Lawas Kec. Bangkinang, Selasa (03/1) malam pukul 18.00 Wib.

Pelaku ini merupakan seoarang Ibu Rumah Tangga yang berinisial ED (45) warga desa Pulau Lawas Kec. Bangkinang Kab. Kampar, pelaku diringkus anggota Satres Narkoba Polres Kampar saat sedang berada didalam rumahnya di Desa Pulau Lawas Kec. Bangkinang.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata S.I.K didampingi Kasat Res Narkoba AKP Tapip Usman mengakui atas penangkapan tersebut, dan penangkapan ini atas laporan masyarakat yang selama ini sudah resah dengan maraknya peredaran narkoba di wilayah desa mereka, dan saat ini untuk sementara pelaku masih diduga sebagai pengedar dengan ditemukannya sejumlah barang bukti saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Pelaku ini sementara masih diduga sebagai pengedar, petugas masih melakukan penyidikan lebih lanjut terkait jaringannya" kata Kapolres Kampar

Saat dilakukan penggrebekan didalam rumah oleh petugas pelaku sempat membuang barang bukti ke jendela kamar samping rumah pelaku, namun atas kejelian petugas berhasil menemukan barang bukti berupa, lima paket kecil diduga Narkotika jenis shabu seberat 0.93 gram, dua lembar plastik pembungkus, dua lembar tisu, satu buah bong, satu buah kaca pirex, satu buah mancis, satu buah kompor, satu buah dompet dan satu unit handphone serta barang bukti lainnya terkait kasus ini.

Kapolres kampar menambahkan pelaku telah dibawa oleh petugas ke mapolres kampar untuk diperiksa. Dari pengakuan sementara pelaku ED (20), barang tersebut ia dapatkan dari seseorang berinisial RD dan rencananya narkoba tersebut akan diedarkan diwilayah desa pulau lawas.

"Tersangka telah diamankan dan kita masih akan melakukan pengembangan terhadap para tersangka untuk mengungkap jaringan dan mencari tahu pemasok serta bandar besarnya. Untuk proses hukumnya, kedua tersangka dijerat pasal 112 jo 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," tutup Kapolres.(FH)