Diduga Karena Tidak Tahan Sakit Menahun, Seorang Penjaga Kebun Nekad Gantung Diri




TAPUNG HILIR - Warga Jalur 1 Desa Gerbang Sari Kec. Tapung Hilir, Sabtu pagi (25/11/2017) digemparkan dengan penemuan sesosok mayat yang telah membusuk di dalam sebuah rumah.

Korban tewas yang ditemukan warga ini adalah Tursin (LK 53), seorang penjaga kebun yang tinggal di sebuah rumah di Jalur 1 Desa Gerbang Sari Kec. Tapung Hilir Kab. Kampar.

Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah sekaligus pemilik kebun tempat korban bekerja yaitu Sukiran (LK 51) yang tinggal di Desa yang sama.

Diceritakan oleh Sukiran bahwa ia terakhir kali bertemu dengan korban sebelum tewas pada tanggal 21 November 2017 lalu, saat itu korban masih bekerja memanen dan menimbang buah sawit miliknya. 

Kemudian pada hari Kamis (23/11), saat saksi hendak memanen lagi buah kelapa sawit miliknya, korban tidak kunjung datang dan saksi menunggu sampai Sabtu keesokan harinya.

Setelah tak juga datang hingga hari Sabtu, timbul kecurigaannya kalau terjadi sesuatu dengan anak buahnya itu, selanjutnya sekira pukul 10.00 wib Sukiran mendatangi rumah korban.

Saat mendekati rumah tersebut tercium bau busuk, lalu saksi mengintip kedalam rumah dan melihat korban sudah dalam keadaan membusuk, kondisi rumah saat itu dalam keadaan terkunci dari dalam dan setelah dibuka ditemukan barang-barang berupa handpone dan dompet milik korban masih berada di rumahnya.

Sekira pukul 11.00 wib, anggota Polsek Tapung Hilir tiba di TKP dan mendapati korban sudah dalam keadaan membusuk dirumah tersebut, petugas menemukan adanya tali yang menggantung dari atap rumah yang sudah terputus, dan dileher korban juga terlihat sisa tali yang masih melekat.

Sekitar 1 jam kemudian datang dr. Dani Ritonga dari Puskesmas II Tapung Hilir untuk mengecek korban, menurut keterangan dokter bahwa korban tewas diduga akibat gantung diri dengan ciri-ciri lidah terjulur dan mata melotot, ditubuh korban juga tidak ada tanda-tanda kekerasan, diperkiran korban sudah tewas 3 hari sebelumnya.

Pihak keluarga An. Sartono yang merupakan adik kandungnya menolak dilakukan otopsi terhadap korban karena telah mengikhlaskan kematian korban, berdasarkan infirmasi diketahui korban sering mengeluh atas sakit yang dideritanya yang tak kunjung sembuh, diduga karena itulah korban stres sehingga nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Pihak keluarga juga menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi yang diserahkan kepada petugas Kepolisian.

Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto SIK, MH melalui Kapolsek Tapung Hilir AKP Rengga Puspo Saputro SIP, SIK, MH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP serta penyelidikan atas peristiwa ini.

Berdasarkan hasil olah TKP, Visum dan keterangan saksi-saksi, kuat dugaan korban tewas murni karena gantung diri, namun pihaknya akan terus menyelidiki untuk memastikan tidak ada tindak kejahatan terhadap korban, jelas Kapolsek