KAPOLRES KAMPAR EKSPOS PENGUNGKAPAN KASUS PENGOPLOSAN BERAS


Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK menggelar konfrensi pers terkait pengungkapan kasus pengoplosan beras merk Anak Daro asal Sumbar dengan beras bulog.

Konfrensi pers ini dilakukan pada Rabu pagi (23/11/2016) di teras depan Mapolres Kampar yang dihadiri wartawan dari berbagai media cetak, televisi dan online.

Dalam konfrensi pers ini juga digelar sebagian barang bukti berupa beras yang telah dioplos dan beberapa peralatan yang digunakan tersangka dalam melakukan aksinya ini.

Kapolres Kampar dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerjasama jajaran Polresta Pekanbaru dengan Satreskrim Polres Kampar.

Informasi awal didapat dari Jajaran Polresta Pekanbaru tentang dugaan pelaku pengoplosan beras di wilayah Desa Tarai Bangun Kec. Tambang Kab. Kampar, informasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Kampar.

Dari hasil penyelidikan dilokasi kejadian, akhirnya pihak Polres Kampar mengamankan seorang pelaku yaitu DE alias DR (LK 21 TH) warga Pangkalan Koto Baru Kab. 50 Kota Sumbar, beserta sejumlah barang bukti antara lain 52 karung beras merk Anak Daro yang telah dioplos, 18 karung beras Anak Daro asli, 133 lembar karung beras merk mawar, 70 lembar karung beras merk Anak Daro, sebuah kipas angin dan satu buah mesin penjahit karung.

Kapolres juga mengungkapkan modus operandi pelaku dengan membeli beras bulog kualitas rendah dipasaran seharga Rp 90 ribu perkarung ukuran 50 kg, lalu mencampur dengan beras Anak Daro asal Sumbar yang berkualitas baik dengan harga Rp 115 ribu perkarung ukuran 10 kg. Saat pencampuran kedua beras beda kualitas ini dilakukan pembersihan dengan menggunakan kipas angin.

Setelah tercampur dengan rata, beras ini kemudian dikemas kembali kedalam karung bermerek Anak Daro yang dicetak sendiri oleh pelaku dan dijual keberbagai tempat dengan harga Rp 110 ribu perkarung ukuran 10 kg, dan untuk kemasan bermerek Mawar dijual lebih murah dengan harga Rp 90 ribu perkarung ukuran 10 kg.

Atas perbuatannya ini, pelaku diancam dengan pasal 139 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, jo pasal 106 jo pasal 110 UU nomor 07 tahun 2014 tentang perdagangan, jo pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.