POLRES KAMPAR MOBILISASI PERSONIL TERMASUK MOBIL AWC UNTUK CEGAH DAN ANTISIPASI KARLAHUT


Senin 8 Agustus 2016, Cuaca panas serta tidak turunnya hujan beberapa hari terakhir di wilayah Provinsi Riau pada umumnya, telah berdampak pada munculnya beberapa hot spot yang terpantau oleh satelit sebagaimana dilaporkan BMKG beberapa hari ini.

Tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Kampar, dimana dibeberapa wilayah terpantau titik api membakar lahan kosong serta kawasan hutan.

Aparat terkait dari Polres Kampar dan seluruh Polsek Jajarannya, TNI dari Kodim 0313/ KPR serta seluruh Koramil Jajarannya bersama BPBD Kampar dibantu dinas Damkar kembali bertungkus lumus mencari dan memadamkan titik api dibeberapa tempat.

Bahkan pada hari Minggu (7/8) sore, Polres Kampar menurunkan kendaraan AWC (Air Water Canon) yang biasa digunakan mengantisipasi kerusuhan massa juga diturunkan untuk memadamkan api dekat Sungai Hijau wilayah kecamatan Salo.

Petugas dari semua unsur terkait selama ini telah cukup gencar mengkampanyekan upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan, namun masih saja ada masyarakat yang tidak peduli entah karena sengaja atau tidak sehingga peristiwa karlahut kembali terjadi.

Kita semua pada umumnya tidak ingin bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi di wilayah kita, untuk itu upaya pencegahan maupun penanganan haruslah menjadi perhatian semua pihak.

Mari kita semua turut mengawasi agar kebakaran lahan dan hutan dapat kita cegah sedini mungkin, dan bila masih terjadi untuk segera diantisapasi serta ditindaklanjuti untuk mencari penyebab serta pelakunya guna diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK kepada media pers terkait masalah Karlahut menyampaikan bahwa Jajarannya bersama pihak terkait dari unsur TNI maupun BPBD Kampar telah intens melakukan upaya pencegahan maupun antisipasi Karlahut dengan menurunkan personil dari Satuan Sabhara, Bhabinkamtibmas serta anggota Polsek Jajaran melakukan patroli karlahut di wilayah kabupaten Kampar.

Tapi besarnya wilayah dan kondisi medan serta akses jalan yang tidak memadai tentu menjadi kendala, sehingga tidak semua wilayah dapat terpantau oleh personil gabungan ini.

Untuk itu perlu kiranya dukungan semua pihak dan masyarakat luas termasuk perusahaan perkebunan yang ada di wilayah kabupaten Kampar untuk eksis dalam melakukan pencegahan maupun penanganan bila terjadi Karlahut.

Kepada pihak-pihak yang masih coba-coba melakukan pembakaran lahan diingatkan lagi untuk tidak melakukan perbuatan tersebut karena selain merugikan dan menyengsarakan masyarakat juga diancam dengan sangsi pidana yang berat, demikian disampaikan Kapolres Kampar mengakhiri pembicaraannya.