Warga Pasir Sialang Bangkinang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pondok Kebun Sawit




BANGKINANG - Seorang pemuda warga Kelurahan Pasir Sialang Kec. Bangkinang ditemukan tewas gantung diri disebuah pondok terbuka yang berlokasi diareal kebun sawit warga Sei Jernih Kel. Pasir Sialang Bangkinang pada Sabtu (1/7/2017) sekira pukul 19.00 wib.

Korban tewas gantung diri ini adalah Ridwan alias Iwan Bin Bambang (LK 19) seorang buruh angkat warga Sei Jernih Kel. Pasir Sialang Kec. Bangkinang

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan pihak keluarga, sekira pukul 18.00 wib korban menelepon pihak keluarganya agar datang ke TKP dan mengatakan "Kalau tidak datang kalian akan menyesal".

Setelah itu ibu korban menyuruh anggota keluarga yang lain untuk mencari korban ke lokasi yang disebutkan (TKP).

Sekira pukul 19.00 wib, Suryani kakak kandung korban tiba di TKP dan melihat korban tergantung disebuah pondok terbuka areal kebun sawit milik warga dalam keadaan leher terlilit tali.

Menyaksikan kejadian tersebut, Suryani langsung menghubungi pihak keluarga yang lain untuk datang ke TKP.

Pada pukul 20.00 wib, keluarga korban bersama warga datang ke TKP dan melihat kejadian tersebut, warga kemudian menurunkan korban dari gantungan dan membuka simpul tali yang melilit lehernya dan membawanya kerumah keluarga di Kelurahan Pasir Sialang.

Sekira pukul 23.15 wib, Personil Polsek Bangkinang Kota dan Tim Identifikasi Polres Kampar tiba di rumah korban dan melihat kondisi korban dan melakukan identifikasi, setelah dilakukan indentifikasi tidak ditemukan kejanggalan atau tanda tanda kekerasan atau penganiayaan ditubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan terhadap jasad korban oleh Tim identifikasi Polres Kampar, didapati tanda-tanda lazim korban bunuh diri seperti lidah keluar, alat kelamin mengeluarkan mani, dubur mengeluarkan vases serta bekas jeratan tali dileher korban.

Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan Visum dan Otopsi dengan alasan sudah mengikhlaskan kematian korban dan akan segera menyelenggarakan jenazahnya, kemudian pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan Visum dan Otopsi yang diserahkan kepada petugas Kepolisian.