Warga Salo yang Dilaporkan Hilang Kemarin, Ditemukan Tewas di Desa Kumantan Bangkinang




BANGKINANG - Selasa 1 Agustus 2017 sekira pukul 16.00 wib, warga Dusun Mahmud Marzuki Desa Kumantan Kec. Bangkinang Kota dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat pria di jalan lingkar / jalan Panglima Khatib.

Korban tewas yang ditemukan warga ini diketahui adalah Dendi Zulheri (LK 46) warga Jln. Dt. Harunsyah Simpang Siabu Desa Koto Bangun Kec. Salo Kab. Kampar, yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya pada Senin 31 Juli 2017 (sehari sebelumnya) ke Polsek Bangkinang Barat.

Kronologi penemuan korban ini berawal pada Selasa (1/8/2017) sekira pukul 16.00 wib, ketika salahsatu anggota Polres Kampar Brigadir Rafi dihubungi saksi Iman (LK 60) warga Desa Batu Belah yang memberitahukan penemuan mayat di Jalan Lingkar Desa Kumantan.

Selanjutnya Brigadir Rafi menghubungi anggota Reskrim Polsek Bangkinang Kota, dan sekira pukul 16.30 wib anggota Polsek Bangkinang Kota dan Reskrim Polres Kampar tiba di TKP dan langsung melakukan olah TKP serta identifikasi terhadap korban.

Saat ditemukan kondisi korban telentang dengan kaki terikat lakban, mengenakan baju kaos lengan panjang warna merah bata dan celana panjang bahan kain, disamping korban ditemukan jaket warna hitam dan tas pinggang warna hitam motif hijau.

Beberapa saat kemudian banyak warga yang datang dan salahsatu diantaranya yaitu anggota Polsek Tambang atas nama Brigadir Putra Buana yang mengenali korban sebagai anggota keluarganya,
yang bersangkutan menerangkan bahwa korban adalah keluarganya yang hilang An. Dendi Zulheri (Lk 46) warga Dusun Koto Bangun Salo yang dilaporkan hilang sejak kemarin Senin (31/7/2017) ke Polsek Bangkinang Barat.

Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto SiK MH melalui Kapolsek Bangkinang Barat saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban yang ditemukan ini adalah benar warga yang dilaporkan hilang sejak kemarin ke Polsek Bangkinang Barat.

Ditambahkan Kapolsek bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas kasus ini, sekarang Kapolsek bersama anggotanya tengah berada di RS Bhayangkara Polda Riau guna memintakan visum dan proses otopsi terhadap korban, sesuai permintaan pihak keluarganya juga dan sebagai bagian dari upaya penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini, jelas Kapolsek.