Ungkap Kasus Pengoplos Beras Asal Sumbar

   Pengungkapan kasus ini berawal dari koordinasi Satuan Reskrim Polres Kampar dengan Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru tentang kegiatan tersangka yang melakukan pengoplosan beras merk anak daro dengan beras bulog yang kualitasnya lebih rendah sehingga merugikan konsumen.

  Tim Opsnal Polres Kampar kemudian mengamankan tersangka dilokasi pengoplosan beras yang berada di Perumahan Mahkota Riau Desa Tarai Bangun Kec. Tambang Kab. Kampar.     

Dari pengakuan tersangka didapat keterangan bahwa dirinya bersama saudaranya (masih di Sumbar), membeli beras bulog sebanyak 1 Ton dan beras anak daro kemasan 10 Kg sebanyak 1/2 ton, lalu mencampurnya dengan perbandingan sama.

Setelah mencampur kedua beras beda kualitas itu, lalu dibersihkan dengan cara dikipas saat pencampuran menggunakan alat yang dibuat dan dirancang sendiri oleh pelaku.

Beras yang telah dioplos ini kemudian dikemas kembali kedalam karung dengan merk anak daro yang dicetak sendiri oleh pelaku dan menjualnya keberbagai tempat.

Beras bulog dibeli oleh pelaku dengan harga Rp. 98 ribu / karung ukuran 50 Kg, setelah dioplos kemudian dijual lagi seharga Rp. 110 ribu / karung ukuran 10 kg dengan merk Anak Daro dan Rp. 95 ribu / karung 10 kg dengan merk Mawar.